Satu persatu peraih Penghargaan Nobel sudah diberikan. Seperti yang sudah diketahui umm, hadiah Nobel diberikan kepada mereka yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Jtentu hal ini dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi mereka yang telah mempunyai jasa besar terhadap dunia. Penghargaan ini pertamakali diberikan berdasarkan wasiat Alfred Nobel, yang sungguh berharap agar penemuan-penemuan penting dalam sejarah, dapat berguna bagi kemanusiaan.

Terdapat lima kategori yang diwasiatkan oleh Alfred Nobel antaralain kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian. Kemudian ditambah satu lagi sebagai pelengkap yaitu dibidang ekonomi. Penghargaan Nobel dibidang kedokteran akhirnya diberikan kepada ilmuwan Inggris John Gurdon dan illmuwan Jepang Shinya Yamanaka atas penelitian mereka tentang sel dewasa yang diubah kembali menjadi sel muda lagi dalam langkah awal memerangi penyakit. Untuk lebih lengkapnya lihat di berita VOA Indonesia yang berjudul “Terobosan dalam Penelitian Sel Induk Menangkan Nobel Kedokteran”.

Kemudian ada lagi dua ilmuan Amerika Serikat yaitu Robert J. Lefkowitz dan Brian k. Koblika keduanya meraih Nobel Kimia. Mereka meneliti mengenai reseptor protein G (G protein coupled receptor) yang menjadi kunci dari pengembangan obat.  Menurut mereka manusia memiliki 1000 jenis reseptor ini. Keberadaannya memungkinkan tubuh merespon berbagai variasi sinyalo kimiawi, seperti adrenalin. Beberapa reseptor ada di pancaindera, seperti hidung, lidah dan mata. Mereka berharap dengan ditemukannya resptor ini, dimungkinkan untuk membuat obat dengan efek samping yang lebih sedikit bagi tubuh. Obat yang dikembangkan ditujukan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan sistem saraf pusat, kondiisi jantung, peradangan, dan gangguan metabolisme.

Jika ditelusuri secara menyeluruh, hampir semua peraih penghargaan Nobel diraih negara-negara maju, dengan perekonomian tinggi dan mempunyai apresiasi tinggi dibidang ilmu pengetahuan.

Sebagai contoh, Amerika Serikat adalah salah satu negara maju yang paling banyak menerima penghargaan Nobel. Lihat saja ulasan diatas, Nobel Kimia di borong oleh warga Amerika Serikat. Tahun 1983, AS bahkan menyapu bersih penghargaan Nobel Fisika, Kimia, Kedokteran, dan Ekonomi. Tahun 2004, tujuh dari 10 pemenang Nobel Sains berkewarganegaraan AS dan tahun 2005 ada lima warga AS dari 10 penerima.

Tentu saja kunci dari hal ini adalah terkait pendanaan  dan keinginan untuk melakukan penelitian. Banyak penelitian di AS dilakukan karena sistem hibah, yang memungkinkan peneliti fokus untuk pada penelitian selama bertahun-tahun. Gedung putih pun mempunyai program Educate to innovate untuk mendorong siswa sekolah menengah meminati sains dan teknologi.

SDM yang memadai disertai ketersediaan dana menjadi penentu kemauan sains dan teknologi. Indonesia dengan minimnya dana riset dan SDM yang kurang mendukung, tampaknya masih jauh untuk melakukan hal ini.

Tapi lihatlah potensi negeri ini. Indonesia mempunyai 17 ribu pulau, dengan 70 persen wilayah Indonesia berupa perairan. Seperti yang diketahui, laut menyimpan kekayaan yang luar biasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Setiap daerah punya budaya yang mermacam-macam. Hutan kita berisi flora dan fauna nan eksotik. Sumber daya alam yang tidak pernah habis. Beragam tanaman dapat tumbuh dengan suburnya. Sebenarnya kita tidak kalah potensi. Tentu yang kita harapkan agar putra putri kita dapat berkontribusi dalam kancah IPTEK internasional adalah membangun SDM yang berkualitas. Hingga akhirnya kita dapat melihat bahwa seorang anak Indonesia mampu membawa Penghargaan Nobel.

Tetap semangat dan Merdeka.